JasaSitus.com

Hukum Beda Harga Antara Penjualan Tunai Dan Kredit

Kamis, Mei 7th 2015.

Hukum Beda Harga Antara Penjualan Tunai Dan Kredit

Apakah boleh ADA perbedaan harga antara tunai dan kredit? Misalnya kalau tunai seharga lima belas juta rupiah, sedangkan kredit ditotal menjadi dua puluh juta rupiah.
Intinya asalnya jual beli dengan bentuk apa pun dibolehkan termasuk jual beli dengan tadanya perbedaan harga seperti itu antara tunai dan kredit. Allah subhana hu wata’ala berfirman,
وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا
“Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275).
Begitu juga Allah SWT berfirman,
إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ
“Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka (saling ridha) di antara kalian” (QS. AN Nisa’: 29).
Jika ADA tambahan dalam pembayaran tertunda, itu tidaklah masalah karena keuntungan tersebut bukanlah keuntungan yang bernilai riba. Transaksi tersebut adalah transaksi jual beli namun dengan pembayaran tertunda, dan sekali lagi tidak dianggap riba.
Dari sisi lain, ridha pun tetap ditekankan pada jual beli ini. Karena pembayaran tertunda ini dijalankan oleh penjual biar bisa melariskan dagangannya. Ini sudah menunjukkan adanya keridhaan dari pihak penjual.
Dalam hadits juga disebutkan bahwa tidaklah mengapa ada perbedaan harga antara pembelian tunai dan pembelian secara kredit yang mana biaya kredit biasanya lebih tinggi daripada biaya tunai.

Hukum Beda Harga Antara Penjualan Tunai Dan Kredit

Di antara dalil yang bisa dijadikan hujjah adalah sebagai berikut,
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَهُ أَنْ يُجَهِّزَ جَيْشًا فَنَفِدَتِ الإِبِلُ فَأَمَرَهُ أَنْ يَأْخُذَ فِى قِلاَصِ الصَّدَقَةِ فَكَانَ يَأْخُذُ الْبَعِيرَ بِالْبَعِيرَيْنِ إِلَى إِبِلِ الصَّدَقَةِ
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, Ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi WA sallam memerintah untuk menyiapkan pasukan lantas unta berjalan di tengah-tengah. Nabi shallallahu ‘alaihiWA sallam memerintahkan untuk mengambil unta yang masih muda dan masih kuat untuk  sebagai Zakat. Beliau ketika itu menjadikan satu unta menjadi dua unta sebagai kompensasi tempo waktu yang ditunggu untuk unta Zakat. (HR. Abu Daud no. 3357 dan Ahmad 2: 171. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini adalah hasan)
Adapun hadits yang menyebutkan,
مَنْ بَاعَ بَيْعَتَيْنِ فِى بَيْعَةٍ فَلَهُ أَوْكَسُهُمَا أَوِ الرِّبَا
“Siapa yang menjual dengan dua transaksi, maka ia diberi rugi ataukah diberi riba.” (HR. Abu Daud no. 3461 dan Al Baihaqi 5: 343. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Sebagian ulema berdalil dengan hadits ini tentang larangan jual beli yang ada perbedaan harga antaratunai dan kredit.
Syaikh Abu lMalik berkata, “Taruhlah hadits tersebut shahih, bukanlah yang dimaksud diharamkannya jual beli jika dibeli tertunda biayanya lebih tinggi dari beli tunai. Yang tepat adalah yang dimaksudkan oleh hadits tersebut ADAlah jika ada dua orang atau pihak bertransaksi berpisah lantas tidak menetapkan antara dua harga yang diberi pilihan. Jadi menetapkan perbedaan harga antara dua transaksi tersebut bukanlah transaksi riba.” (Shahih Fiqh way, 4: 354).
Ibnul Qayyim juga memberikan jawaban, “Larangan hadits bukanlah larangan jika dibeli tunai lebih murah, yaitu lima belas dan jika dibeli dengan pembiayaan tertunda lebih mahal yaitu seratus. Itu tidak termasuk qimar (judi), tidak termasuk jahalah (jual beli yang tidak jelas), tidak termasuk gharar (yang ujung akhirnya tidak jelas) dan tidak termasuk jual beli rusak lainnya. Penjual memberikan pilihan pada pembeli kala itu untuk memilih di antara dua transaksi yang ADA (yaitu ingin tunai ataukah kredit, -pen).” (I’lamul Muwaqi’in, 2: 149-150).
Pada Intinya, jual beli kredit tidaklah masalah walaupun harga kredit lebih tingi daripada tunai. Yang menjadi masalah adalah jika pada saat mencicil lalu terjadi telat bayar atau telat mencicil lalu pencicil dikenaka denda, maka jika ini yang terjadi maka sudah terjatuh kepada riba. Atau benar-benar transaksi ribawi jika ternyata hakekat jual beli adalah utang piutang seperti yang terjadi pada jual beli leasing kendaraan dan kredit rumah KPR. MAka tak diragukan lagi ini adalah transaksi ribawi.

Sekian Artikel tentang Hukum Beda Harga Antara Penjualan Tunai Dan Kredit semoga bermanfaat bagi kita semua

Properti Terbaru

Dijual Rumah Di Perumnas Cilegon

280 juta
Perumnas Cibeber
Lt/Lb : 72 / 36
Lihat Detail »

Jual Rumah Di Taman Krakatau Serdan

160 juta nego
Taman krakatau, waringin kurung
Lt/Lb : 60 / 29
Lihat Detail »

Dijual Rumah Mewah Di Serang City

terbaik
1.62 milyar
Serang city
Lt/Lb : 120 m2 / 132 m2
Lihat Detail »

Dijual Bedengan Di Ciputat Serang

350 juta (nego)
Ciputat serang
Lt/Lb : 220 m2 /
Lihat Detail »

Jual Rumah Tipe 29/72 Di Taman Cile

240 juta nego
Taman cilegon
Lt/Lb : 72 / 29
Lihat Detail »

Jual Rumah Mewah Di Bayangkara Cipo

terbaik
1,65 M
kompleks bayangkara serang
Lt/Lb : 400 / 300
Lihat Detail »

Jual Rumah Tipe 42 Di Cilegon Resid

460 juta nego
cilegon
Lt/Lb : 112 / 42
Lihat Detail »

Jual 2 Rumah Jadi Satu Di Ki Demang

225 juta ( Nego)
ki demang serang
Lt/Lb : 145 m / 145 m
Lihat Detail »